Layaknya tanaman terkena hama

Setelah pemuda tani memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya dengan rasa kekecewaan yang begitu mendalam sampai lupa akan cara tersenyum,  kini sang petani mengalami depresi yang begitu berat.  Bagaimana tidak, hidupnya layaknya tanaman terserang hama. Serasa bagian-bagian terpenting dalam hidupnya mulai Tergerogoti hingga sulit baginya untuk tumbuh secara normal apalagi berproduksi secara optimal.  Hidupnya seakan gentayangan, di satu sisi ia harus mengorbankan segalanya sementara disisi lain ia masih begitu berat untuk menerima semua ini. Petani muda itu kini tak lagi seceria dahulu,  layaknya sayuran di terik matahari, layu entah bisa bertahan atau tidak jika tak segera disiram maka peluang hidupnya semakin kecil.  Air untuk menyirami nya ada namun yang jadi masalah ialah tak satupun orang yang mau untuk menyirami nya. 
Sungguh malang nasib petani muda itu,  terjerumus dalam permasalahan si merah jambu sementara jutaan manusia membutuhkan hasil dari tani nya. Namun apalagi bisa di harapkan darinya,  benih kasih dan sayang yang dirawat sekian lama kini terserang hama.  Mungkin memang salahnya petani muda itu yang tak mampu merawat dengan baik tanaman hingga dengan mudahnya hama masuk dan menyerang.  Yah memang salahnya ia terlalu sibuk dengan hal lain hingga ia lupa bahwa sumber kehidupannya telah dijajah oleh hama dan pada ujungnya ia tak lagi mampu mengendalikannya. Penyesalan adalah hal yang kerap kali keluar dari sela-sela hembusan nafas petani muda itu. 
Mungkin mudah saja baginya untuk mengganti dengan tanaman baru,  namun seorang petani sejati pasti tahu akan artinya kasih sayang terhadap apa yang di perjuangkan.  Bukan persoalan seberapa banyak tanaman yang kita tanam melainkan seberapa ikhlas kita merawatnya.  Sebab dalam pertanian juga wajib menerapkan sistem ketulusan. 
Mungkin btuh waktu untuk petani muda itu bangkit dari keterpurukannya.  Ia hanya bisa berharap semoga tanamannya bisa kuat dan kembali subur dan hama yang menyerang akan segera pindah dari tempat ini atau bahkan musnah saja karena merusak hal-hal yang membuat orang lain menderita. 

Komentar