Postingan

ASMARA DALAM AKSARA

Protes Terhadap Tuhan Jika benar adanya manusia diberi hak untuk protes atas kehendak tuhan, maka ada tuntutan hati yang akan aku ajukan. Mengapa tuhan begitu entengnya menghendaki temu namun pada ujungnya berakhir rindu?. Begitu gampangnya melahirkan senyummu namun dengan sepihak merenggutnya dariku. Mengapa ia menciptakanku jika hanya untuk menelan luka atas kepergianmu?  Jika memang benar tuhanlah sang pemilik temu, maka ijinkan aku bertemu dengannya. Bukan untuk memintamu!! Melainkan sekedar untuk memohon kemurahan hatinya agar memberiku secuil temu guna mencurahkan segudang rinduku padamu. 
Memelihara Luka Ketika sangat putri pergi dan tak lagi kembali, kini nasib petani muda itu begitu memilukan. Kesehariannya dilewati dengan penuh kesedihan fokusnya pada bidang yg digelutipun mulai berkurang. Tanaman peliharaannya seakan tak lagi dipedulikan, begitu sulit rasanya untuk bangkit dari keterpurukan itu. Bagaimana tidak,  seorang yang amat dicintainya pergi meninggalkannya. Berbagai cara yang dilakukannya untuk melupakan semuanya namun hasilnya tetap sia-sia. Sang putri terlalu berarti baginya, terlebih lagi ketika kembali mengingat momen kebersamaan mereka seakan ia ingin berontak namun tak jelas kepada siapa. Semua ini salahnya,  ia tak mampu menjaga Sang putri hingga memilih berpaling ke lain hati.  Kini petani muda itu memilih untuk memelihara luka yang di deritanya.  Ya, memelihara luka adalah pilihan terbaik baginya sebab luka juga butuh perlakuan khusus agar ia tak lagi melukai orang lain cukup dirinya saja. Sebab ia tak mampu membayangkan ji...
Layaknya tanaman terkena hama Setelah pemuda tani memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya dengan rasa kekecewaan yang begitu mendalam sampai lupa akan cara tersenyum,  kini sang petani mengalami depresi yang begitu berat.  Bagaimana tidak, hidupnya layaknya tanaman terserang hama. Serasa bagian-bagian terpenting dalam hidupnya mulai Tergerogoti hingga sulit baginya untuk tumbuh secara normal apalagi berproduksi secara optimal.  Hidupnya seakan gentayangan, di satu sisi ia harus mengorbankan segalanya sementara disisi lain ia masih begitu berat untuk menerima semua ini. Petani muda itu kini tak lagi seceria dahulu,  layaknya sayuran di terik matahari, layu entah bisa bertahan atau tidak jika tak segera disiram maka peluang hidupnya semakin kecil.  Air untuk menyirami nya ada namun yang jadi masalah ialah tak satupun orang yang mau untuk menyirami nya.  Sungguh malang nasib petani muda itu,  terjerumus dalam permasalahan si merah jambu seme...